Minggu, 14 Juni 2015

MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN

Ala Orang Kampung

Waah...Lama nggak posting hicks...Sampai banyak kotoran di dinding blog saya. Mumpung mau ramadhan, biasanya bersih-bersih. Nah, begitupun saya yang lagi bersih-bersih blog ini hehehe...

Eniwe, bicara soal menyambut bulan ramadhan, kegiatan apa yang ada di kampung kisanak sekalian?

Menyambut dan perihal yang berhubungan dengan penyambutan, ghalibnya berhubungan dengan berias dan mempercantik diri. salah satunya ya bersih-bersih tadi, ya to? semisal contoh menyambut Pak Presiden dan atau pejabat lain, pastilah ada rangkaian prosesi yang dipersiapkan guna penyambutan tersebut. Mulai dari membersihkan got, menyirami tanaman, memakai baju resmi dan macem-macem lah. ya to?

Sepertinya tak ada prosesi penyambutan yang tidak di barengi dengan rias-rias. Jika ada yang seperti itu, mungkin dia perlu makan beras plastik, biar agak tau sedikit tata krama hehehe...Alangkah hebohnya jika penyambutan tanpa ada prosesi mempercantik diri, Pak presiden datang trus pas jalan ke-blekok tanah liat di tengah jalan kan...jadi eng-ing-eng...


Di kampung, yang mungkin notabene berpenduduk mayoritas Muslim. Kedatangan bulan Ramadhan merupakan sebuah moment yang perlu diadakan penyambutan. Mulai dari bersih-bersih rumah, bersih-bersih makam saudara atau sanak yang telah meninggal, pun bersih-bersih diri sendiri. Makanya pangkas rambut agak rame menjelang puasa, apalagi menjelang lebaran, mualah buanjir, semalem hujan soale wkwkw...Adapula yang mengadakan syukuran dan kirim do'a (unggahan atau megengan). dan pelbagai macam prosesi penyambutan lain. 

Di kampung ki sanak nopo kegiatan e?

Adapun inti dari penyambutan itu adalah mempersiapkan diri. Agar layak dan siap menyongsong apa yang disambut. Kalau ramadhan ya berarti siap menjalani prosesi ramadhan.

Namun, yang aneh kui penyambutan sekarang hanya sekedar ceremonial e kisanak. Selesai ya uwis. Hari ini menyambut ramadhan, tengah ramadhan yang kother (kendor) waah ini...semoga kita tidak masuk golongan yang ini

Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan 2015 M / 1436 H Kisanak, semoga kita menjadi pribadi yang siap, layak menjadi hamba yang Muttaqin.


Kamis, 21 Mei 2015

KAMPUNGAN

Bicara tentang kebebasan
Hanyalah kata kiasan
Oceh disini oceh disana
Bisa-bisa bikin jantungan

Isi mimpi dan kata hati 
Terdengar cuma basa-basi
Jujur dibilang terlalu brani
Akhirnya gue onani

Kami butuh sedikit kebebasan
Kami butuh nafas panjang
Tanpa telanjangi harga diri orang
Hanya bicara soal kenyataan....

Suka tak suka ini cuma.. ungkapan suara hati ..
Maafkan saja kalau tak sopan
Maklum kami memang kampungan

Slank, Awal 90an

Senin, 11 Mei 2015

RODA DUA ATAU RODA GILA?

Salam Kampunganism Ki Sanak

Nganu, Kemarin hamba barusan dari kota. Ternyata hiruk pikuk kota di siang hari itu Naudzubillah min dzalik. Manusia berlalu lalang, balada sejuta wajah yang di kata mbah Donny Fattah di salah satu lagunya God Bless itu ya ini to ternyata wujudnya.

Manusia membanting tulangnya masing-masing, demi kebutuhannya, demi kecukupannya. Ada yang mbanting tulang sambil manggul beras, ada yang sambil nyetir motor, nyetir motor sambil manggul beras juga ada. Ada yang ndorong gerobak, ndorong temannya untuk berbuat jahat juga ada. 

Per-iblis siang malam, persetan malu atau cuek. Yang temping cair dan menghasilkan, kadang menerobos batas halal haram pun di lakukan..ckckc..semoga kita nggak sampe masuk golongan kui yo ki sanak.

Selain itu, kemarin hamba juga perhatikan style berkendara orang masa kini di tengah kota itu makin nggak karuan aja. Jaman dulu atau beberapa tahun lalu naik motor ya cuma pakai helm aja selesai, mbawa kelengkapan surat berkendara juga pasti.



Tapi coba ki sanak perhatikan orang berkendara roda dua di jaman sekarang ini. Ada yang goncengan 3 cewek semua [you knowlah] ada juga yang mbonceng rombong [ooh ini mamang penjual bakso]. 


Naik roda dua jaman sekarang itu nggak cukup cuma bawa helm sama surat-surat aja. Harus bawa mantel, penutup mulut biar ga kena debu, kacamata...Kacamata yang di jadiin penutup mulut juga ada yang make. Trus ada juga yang melengkapinya dengan penahan angin di dada, sarung tangan. Sarung tangan yang di jadikan penutup dada *eh

Pokoknya buanyak bangetlah aksesoris dan kelengkapan untuk berkendara roda dua di kota, apalagi kota dengan kemacetan dan polusi yang weleh-weleh gitu. 

Hamba milih pulang ke kampung aja. Naik motor atau naik sepeda pancal nggak pake kelengkapan yang sebejibun itu. Udaranya masih fresh pasalnya. Mau ikut?

Salam Kampunganism

BERINISIAL AA

Salam kampunganism ki sanak

Suseh nye idup di kampung. Berbicara soal koneksi bak berharap bertemu wulan guritno pas makan di warteg pengkolan...pfttt...

Eh, lagi santer-santernya berita soal pristususi ya? eh opo? Prostitusi kalangan atas atau apalah itu beritanya ya? Sebenernya berita "esek-esek" di kalangan high class bukan berita yang baru sik. Ki sanak pasti tau buku Jakarta Undercover mahakarya Kang Moammar Emka? Gamblang disana gambaran gimane bisnis daging apem dan sosis *ini ngomongin apa sih kisanaaak*

Emm...hamba jadi ingat salah satu penampilan kakak Abdur pas lagi di SUCI 4 Kompas TV. Nyo'i, Seperti biasa kakak abdur menampilkan tema "Ketimuran" nya, Karakter bingit [yaeyyalah secara beliau orang timur].

di salah satu set-up di depan mic nya. Kakak abdur bercerita mengenai bagaimana di Flores, melahirkan bayi adalah suatu perjalanan hidup yang begitu dekat dengan maut. ya wajar memang namanya juga melahirkan, dari jaman sebelum henpon segeda gaban ampe sekarang juga tetap segede telenan melahirkan [bersalin] adalah proses hidup mati, Namun yang di ceritakan kakak abdur hidup matinya kuadrat kisanak...ckckc...miris...

Silahkan simak di video berikut kisanak :


Eh, Ini mbahas soal prostitusi artis ber-inisial AA [yang masi abu-abu itu] atau mbahas AA Abdur Arsyad ya? hueheue...

Salam Kampunganism



Minggu, 19 April 2015

GAGAK HITAM ToA MUSHOLLA

Hi Villagers, Fine?

Sekali-kali kisanak pake bahasa Inggris. Biar agak progresif gitu, ala-ala Eropa [Walau eropa bagian pinggir].

Sebelum senja menjelang sore tadi, ToA Musholla tiba-tiba mengeluarkan nada "Kemresek" khas nya. Waktu Ashar sudah lewat, waktu magrib pun belum pada ambangnya.



"Kemresek" ToA musholla tidak pada waktu sholat yang 5 adalah misteri bagi warga kampung. Berita apakah gerangan yang akan di kumandangkan nya? Saat-saat itu rasanya bedegub-degub detak jantung [dug..dug..]. Siapakah malam ini yang akan di eleminasi *eh*.

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, Di beritahukan kepada para warga bahwasannya malam nanti di minta kesediaanya untuk berkumpul di rumah pak RT, karena ada pembahasan mengenai semenisasi jalan.
Fiuuh...*Detak jantung kembali Stabil* 

Toa Musholla, Media Informasi legendaris setelah kentongan, Bahkan lebih terkesan ada nilai-nilai religi. Namun secara utilitas tetap sama seperti kentongan bersifat broadcast message. Menyampaikan kabar kepada para khalayak. Selain utilitas utamanya sebagai penyeru waktu sholat.


Suara Toa Musholla di luar jam sholat selalu menyisipkan misteri. Karena tak jarang kabar duka di sampaikan melaluinya. Jika deru "kemresek" nya disusul suara "Innalillahi wainna ilaihi raji'un". Kabar duka lah yang dibawanya, Langit tiba-tiba menjadi  gelap, di tutupi sekawanan gagak hitam yang melayang-layang di awan [oh sory terlalu lebay]. 

Misteri tak hanya sampai disitu, siapakah gerangan nama yang kemudian tersebut setelah kalimat istirja' [Innalillahi, Red]. Siapapun nama yang disebut penduduk kampung ikut berduka, satu keluarga dari sekompatriot kampung telah dipanggil menghadap yang Kuasa.

Apakah di kampungmu juga begitu? "Kemresek" ToA di luar "waktu lima" juga mengandung misteri dan duka?

#SalamKampunganism

Sabtu, 18 April 2015

DI KAMPUNG, TAK PERLU TERIAK-TERIAK

Salam Kampunganism epribadih

Sudah makan? Jangan lupa makan...Kalau pingsan sambil mbaca tulisan ini takutnya saya yang dijadikan kambing guling dan di santap kambing hitam dan disalahkan, kan gak asyik.

Ngemeng-ngemeng soal makan, Hidup dikampung sebenernya sangat enak. Banyak pedagang lalu lalang menjajakkan dagangannya. Tak perlu telpon untuk delivery order mereka para pedangan sudah dengan sendiri nya berkeliling dan lewat di depan rumah. Kalau mau tinggal "ngadang" atau nyetopin mereka. Gak mau ya diem aja, jangan malah di begal. Jadi kasus nanti :p

Tetangga saya kemarin bilang gini pas liat iklan apartemen :

Tu orang di apartemen kalo kamarnya di lantai 17 trus pengen tahu tek-tek gimana ya? apa iya dia treak-treak dari atas? iya kalo yang jualan denger? kalo di sangka panggilan dari Tuhan jimane tu?




Ndeso memang kesannya. Tapi jika dipikir-pikir iya juga ya. Memang bisa sih delivery makanan ke apartement. Cuma hotline tahu tek-tek sekarang dimana? pfft... Kalau pun mau keluar Belum lagi naik turun lift dan ke parkiran dsb. Agak ribet memang hehe...

Maklum mindset hidup di kampung memang begitu. Konsep hunian kampung tentu berbeda dengan konsep hunian di apartement. Tingkat dan standarisasi kenyamanan orang pun berbeda-beda. Ada yang nyaman hidup dengan konsep apartemen dan adapula yang senang dengan hiruk-pikuk dan dinamika perkampungan.

Semua pilihan ada di tangan anda. Silahkan hubungi developer kami untuk memesan hunian idaman anda, sebelum kehabisan. Loh skip-skip ini kok malah jadi kayak iklan apartement gini.

Apa perlu ya ada developer dan iklan hunian ala kampung di tivi? entahlah...


Selasa, 07 April 2015

NOBAR, KONSEP NONTON DARI KAMPUNG

Kita berjumpa lagi, Lagi-lagi kita berjumpa 

Masih Bersama den bejo, Salam super [Loh]

Di era 5000 informatika seperti sekarang ini, televisi adalah sebuah barang yang niscaya ada di rumah. Jangankan dirumah, di tempat tinggal yang notabene bukan milik sendiri [nyewa, numpang mertua, ngontrak dsb] televisi pun ada, bahkan wajib ada [katanya, entah kata siapa].

"Kotak ajaib" tersebut seakan menjadi pusat gravitasi informasi. Nggak liat televisi sehari aja ketinggalan kabar seleb A, kenaikan harga bahkan kabar seleb A yang katanya harganya naik [lagi lagi entah kata siapa].

Kabar dan informasi yang disuguhkan televisi pun berbagai macam latar belakang, ada yang berlatar belakang politis [banyak bahkan], saling serang, informasi inspiratif, motivasi dan tak jarang yang berlatar belakang ratting.

Jaman dahulu, Saat televisi masih jarang. benda ini menjadi pemersatu di kampung. Karna yang punya hanya beberapa saja, atau bahkan hanya ada di tempat khusus, misalnya balai desa, pos kamling atau rumah pak lurah. Itu dulu kisanak. Jika sekarang penduduk desa berbondong-bondong ke rumah pak lurah hanya untuk melihat televisi akan jadi aneh rasanya.



Di jaman itu, Kampung dengan keberadaan televisi yang terbatas telah menggelar "nobar". Jauh sebelum cafe-cafe atau tempat keriaan jaman sekarang menghelat konsep tersebut, kampung sudah lebih dulu melakukannya...ckckck...tepuk tangan dong buat orang kampung. Bahkan nobar orang kampung pada masa itu tidak terbatas pertandingan olahraga semisal kejuaraan bulu tangkis atau sepak bola saja. Dunia dalam berita-nya TVRI berikut "Ria Jenaka" nya pun tak luput masuk list-watch untuk di-nobar kan. [yaeyyalah acaranya cuma itu-itu aja].

Kini, semua sudah berubah. Bahkan tidak perlu ada agresi dari bangsa api untuk memusnahkan "nobar" di kampung. Sepeti sudah di-singgung diatas tadi, televisi kini adalah barang yang niscaya harus ada. Jangan kan disetiap rumah, disetiap ruanganpun ada. Di ruang keluarga ada, di dapur ada, di kamar ada bukan begitu? begitu bukan? [kirim jawaban ada dengan format begitu(spasi)ya/tidak, pemenang akan di umumkan melalui run text melalui tivi yang ada di dapur].

Dulu, sekampung-pun tahu apa merk tivi milik pak lurah. Sekarang, boro-boro tahu. tempe aja sudah mahal. Rumah pak lurah sebelah manapun sudah tak tahu. 

Ada masanya sesuatu itu menjadi pemersatu, adapula masanya sesuatu tadi menjadi jurang pemisah.

Salam Kampunganism

Sabtu, 04 April 2015

PARE, KAMPUNG INGGRIS

Kita berjumpa lagi, Lagi-lagi kita berjumpa

Kisanak dan Nyai sekalian. pada postingan ini Den Bejo akan mengetengahkan sebuah profil desa atau kampung yang masyhur dengan sebutan Kampung Inggris. Kampung ini bukanlah tempat kelahiran Pangeran Charles, tidak pula terdapat stadion yang digunakan untuk perhelatan EPL. Namun penyebutan Kampung Inggris ini karena di desa ini [di sekitar Ds. Pelem dan Ds. Tulungrejo]  terdapat tak kurang sekitar 150-an tempat kursus bahasa Inggris...[wuik].


Saat libur sekolah atau kuliah, atau pasca UN daerah pare [khususnya di distrik desa tulungrejo] akan ramai kedatangan "santri-santri" yang ingin ngangsu kaweruh tentang bahasa Inggris.

Sejatinya tak hanya kursus-an bahasa Inggris saja yang ada dan lahir di daerah ini, Kursus-an bahasa Jepang, Korea, Mandarin, Perancis, Spanyol dan Arab pun ada. Namun memang jumlahnya tak sebanyak kursus-an bahasa Inggris.

Pelbagai macam varian program ditawarkan oleh pelbagai lembaga kursus disini. Mulai dari taraf paling dasar hingga paling high. Mulai dari yang berdurasi 2-3 minggu masa belajar hingga setaraf D1 pun ada. Mau ngambil speaking class ada, grammer class ada. Lengkap.

Para "santri" bebas memilih kursus-an sesuai kebutuhan atau lama durasi ia ingin tinggal di situ. pun dengan tempat bermuqim [kost, camp atau dormitory]. ada kost2-an English area, ada pula yang kost tanpa menerapkan area bahasa. Semua terserah si "santri" tadi. Harganya? Murah kisanak, sangat murah bahkan. [Iki deso kisanak, regulasi rupiah disini tak sebesar di kota]. Kalaupun mahal juga untuk ilmu, nggak bakalan rugi.
Jangankan kos-kosan, Sepeda pancal-pun ada penyewaannya, Gaes.

Sumber foto
Kalend Osein
Muhammad Kalend Osen (akrab disapa Mister Kalend), pendiri lembaga kursus Basic English Course (BEC) Adalah sosok yang tak dapat dipisahkan dari lingkungan kursusan bahasa Inggris di Pare, Kediri.

Pria kelahiran Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur) 20 Februari 1945 ini mendirikan BEC pertama ali di desa Pelem terutama di dusun Singgahan tempat pada 15 Juni 1977.

Hingga kini BEC adalah pionir sekaligus "kiblat" kursus-an yang ada di Pare. 

Dari Agus Triwinarso dalam portal edukasi.kompasiana.com, bahwa sejarah atau asal muasal "membuminya" bahasa Inggris di lingkungan tersebut adalah :

Tak dapat dipungkiri sebagai yang patut dicatat oleh tinta emas sejarah adalah peran KH Ahmad Yazid (alm), tokoh agama Pare dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Fallah yang telah mendidik Mister Kalend–sosok pendiri lembaga Basic English Course (BEC), pionir kursusan di dusun Singgahan, desa Pelem. Ustadz Yazid, demikian disapa oleh santri-santrinya, yang khatam sembilan bahasa asing memang menjadi tokoh yang disegani di Jawa Timur terutama para Ulama dan teladan bagi para Santrinya. 
Ustadz Yazid sebagai sosok yang bersahaja, sederhana dan tulus ini mengajarkan ilmu agama, bahasa Arab dan bahasa Inggris dan telah mendidik Ustadz, Guru, yang kini mengasuh beberapa pondok pesantren dan lembaga kursusan bahasa Inggris seperti Mister Kalend dan Ustadz Ali Mustofa Dimyati (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihlas Averrous), sehingga mereka mampu mempertahankan nilai-nilai kesederhanaan, kesungguhan, suka berkorban, ikhlas dalam mendidik–layaknya sang tokoh. 
Ustadz Yazid lah yang mewasiatkan agar para Santri seperti Mister Kalend [Kalend Osein] harus menciptakan biaya kursusan yang terjangkau dengan tetap mempertahankan kualitas dan menjadikan pendidikan bahasa sebagai salah satu rumah pengetahuan yang dapat membentuk karakter manusia Indonesia sesuai dengan iman dan takwa dan juga melek teknologi.
Setelah menimba ilmu dari Ustadz Yazid, Mister Kalend kemudian mendirikan BEC pada 15 Juni tahun 1977. Awalnya, fasilitas belajar BEC numpang di serambi Masjid Darul Fallah, di beberapa tempat seperti balai desa, atau menyewa beberapa rumah. Murid-murid Mister Kalend pun datang dari berbagai penjuru nusantara, hingga hasil di tempaan Mister Kalend ini pun membuka kursus bahasa Inggris yang sama di desa Tulungrejo dan Pelem.  Semakin hari lembaga kursus makin banyak (hingga ratusan lembaga) dan terutama peminatnya kian hari terus bergerombol datang dari berbagai daerah.

Bagaimana kisanak? berminat belajar cas-cis-cus berbahasa Inggris tanpa harus pergi ke old-traford? Silahkan datang saja ke Pare Kediri. 


Jumat, 03 April 2015

THE SPIRIT CARRIES ON | SEMANGAT MURUP TERUS

Dream Theater Formasi ada Kakang Portnoy
The Spirit Carries On, Adalah salah satu karya monumental kakang-kakang musisi dari negeri ngamrik. Mereka menamaan group band nya dengan Dream Theater. [Megah banget yo namanya, ada aura-aura kharismatik pie gitu mendengarnya]. 

Kembali ke soal "The Spirit Carries On", Lagu ini sebenarnya liriknya simple. mudah di artikan. Namun isinya duaaaleeem, sedalem sumur bor kang blontang. 
Di dengarkan kapan saja masyuuk. apalagi saat patah semangat. Sambil merem-merem gitu. Eternal pokok e. Victorians pol.




Group band ini bukan ben sembarangan, kisanak. Anggotanya adalah "profesor" dalam bidang music. Dari jaman pormasi 4-3-1-2 pertama hingga sekarang, Dream Theater masih dan terus menghasilkan karya-karya nan ciamik mantab djaja.

Silahkan googling di goole dan yahing di yahoo kalau anda penasaran. Atau bisa langsung menuju kediaman mbak youtube dan ketik sendiri Dream Theater. Jiiaan njelimet caaah komposisi musiknya, tapi unik dan berkelas.

Dream Theater Jaman tahun 2013

PS : Buat cah-cah kampung yang nge-ben. Jika ditanya sama wartawan musik masuk desa : 

Band mas-mas ini mengusung apa? | Nganu mas, Mengusung Gabah dari sawah ke lumbung Mas
Untuk Referensi bermusiknya apa | jawab saja "Dream Theater"

Bagi Kisanak dan Nyai yang  belum ikut les bahasa inggris, berikut ada video karya kang ernieXball, menyanyikan lagu yang sudah dijelaskan diatas tadi. Silahkan monggo disimak dengan seksama dengan volume yang sekeras-kerasnya :


Video By : ernieXball

"Semangat Kui Tetep Murup"

Ko ngendi awake dewe
Nyapo neng kene
Neng endi awake dewe nek wis modyar
Ono opo neng kono?
Opo sing wis sak urunge?
Yo iku lakune urip

Urip mung sedhilut
Ning nduyo iki
Kowe diwei kesempetan
Tapi iso Nambah
Lek kowe ngerti 
Menowo kabeh sing ne'e dhewe

Lek aku modar sesuk 
Yo rapopo Krono aku percoyo
Lek wis wayahe modhar
Ojo nggresulo...

(Sek leren, men guitar sik mlebu)

Mbiyen aku wedhi mati
Ben dino mikiri mati
Tapi kuwi mbiyen
Saiki wis ra wedhi
Aku ngerti nek suk kabeh mati

Aku raiso nemokne jawaban
Aku yo ra ngerti nyapo
Aku raiso mbuktekne
Opo sing tak ngerteni 
Nanging aku kudu nyoba

Lek aku modar sesuk 
Aku rapopo Krono aku percoyo
Lek wis wayahe modhar
Ojo nggresulo...

Ayo kudu wani 
Ojo nangis neng kuburan
Krono aku wis ra neng kene
Tapi ojo lali 
Pangilingmu marang ingsun

(Jatahe solo guitar iki)

Cahyo padhang ngubengi aku
Rakroso wedhi rakroso loro
Aku mikir dewe
Aku dhuwe solusine
Artine uripku iki

Victorias tenan
Aku ngeroso
Nyaman karo cah kae neng ngimpi
Saiki aku neng kene
Jelas neng kene
Aku nemokne sing berarti

Lek aku mati sesuk 
Aku rapopo Krono aku percoyo
Lek wis wayahe modhar
Ojo nggresulo...


IWAN FALS, DUTA DESA INDONESIA



Kita berjumpa lagi, Lagi-lagi kita berjumpa.

Kisanak dan Nyai Kampung sekalian. Ada berita menggembirakan yang lewat di timeline den bejo (@KAMPUNGANISM) . Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menunjuk salah satu living legend Indonesia sebagai Duta Desa [Girang euuy, Kampung mulai naik dauun]. 
Injih leres sanget, Iwan Fals menjadi Duta Desa Indonesia Kisanak dan Nyai sekalian. Kini, tidak hanya negara sahabat yang punya kedutaan. Desa pun punya kang, bergembiralah!! 






"Mau kemana kisanak?"
"Ke Kantor Kedutaan [desa]"


#Tsaah #KemudianDiJewerOmIwan 


Marwan Jafar, Sang Menteri menunjuk Iwan Fals bukan tanpa pertimbangan. Sosok Iwan Fals dinilai adalah sosok yang selalu berada di "akar rumput" baik melalui pengalaman maupun melalui lagu buah dari pemikirannya.

Dilansir dari portal JPPN.com Iwan Fals mengatakan:
“Ini kerinduan yang terjawab. Seperti panggilan dari gunung. Surprise buat saya ada menteri yang khusus ngurus desa. Semoga keberadaan saya bisa menjadi tambahan semangat untuk semuanya," ujar Iwan di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Desa Membangun Indonesia

Sosok Iwan Fals, adalah musisi yang sudah nemplek  dan namanya melekat dalam perjalanan Indonesia. Sampai daerah tingkat kampung pun tahu Iwan Fals. Kelekatan tersebut bukan karena Iwan Fals pernah nyambangi desa-desa tersebut. Namun dari karya-karya beliau banyak dari warga desa, kampung dan kaum marjinal merasa terwakili. Kisanak dan Nyai juga gitu toh?



Jauh, Sebelum menjadi Duta Desa Iwan Fals sudah membuat lagu berjudul "Desa" di album Manusia ½ Dewa. Berikut lirik lagunya, kalau mau denger mbok ya beli CD nya toh kang, Ojo ngisin-ngisini cah kampung, wis kampung doyan pembajakan huuftt :

Desa harus jadi kekuatan ekonomiAgar warganya tak hijrah ke kotaSepinya desa adalah modal utamaUntuk bekerja dan mengembangkan diri
Walau lahan sudah menjadi milik kotaBukan berarti desa lemah tak berdayaDesa adalah kekuatan sejatiNegara harus berpihak pada para petani
Entah bagaimana caranyaDesalah masa depan kitaKeyakinan ini datang begitu sajaKarena aku tak mau celaka
Desa adalah kenyataanKota adalah pertumbuhanDesa dan kota tak terpisahkanTapi desa harus diutamakan
Di lumbung kita menabungDatang paceklik kita tak bingungMasa panen masa berpestaItulah harapan kita semua
Tapi tengkulak tengkulak bergentayanganTapi lintah darat pun bergentayanganUntuk apa punya pemerintahKalau hidup terus terusan susah
Di lumbung kita menabungDatang paceklik kita tak bingungMasa panen masa berpestaItulah harapan kita semua
Desa harus jadi kekuatan ekonomiAgar warganya tak hijrah ke kotaSepinya desa adalah modal utamaUntuk bekerja dan mengembangkan diri
Lebih jauh sebelum album Manusia ½ Salmon, Eh, Manusia ½ Dewa. Lagu-lagu seperti Orang Pinggiran, Rindu Tebal, Surat Dari Paman di Desa, Ujung aspal pondok gede, Panggilan Dari gunung dan banyak lagi lagu-lagu yang punya kaitan erat dengan desa, kampung dan atmospher marjinal.


Iwan Fals [Dalam posisi Duta Desa] pada dasarnya bersifat membantu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Kehadirannya tentu saja menjadi harapan, spirit dan penyemangat kita semua. 

Kini pertanyaannya adalah :
Pie kisanank dan nyai sekalian? Siap membangun desa? Ojo males-males ndes! Isin karo kang Iwan lan luwih-luwih Isin karo Awak e dewe.

Kamis, 02 April 2015

MATA PENCAHARIAN DI KAMPUNG

Salam kampunganism, Kisanak

Kita berjumpa lagi, lagi-lagi kita berjumpa.

Selayaknya manusia di perkotaan atau di jagad lainnya. Manusia di kampung-pun melakukan pelbagai macam pekerjaan guna menghidupi api dapurnya. Jika di kota atau jagad lain menghidupi kampung eh, menghidupi api dapur adalah istilah kiasan, lain halnya dengan di kampung. Hal tersebut adalah real alias asli, karena perapian di kampung masih menggunaan tungku. Jarang yang menggunaan magiccom atau kompor listrik, lampu aja masih byar pet *_*


Mata pencaharian yang dilakukan warga kampung-pun bermacam-macam. Mengikuti letak geografis kampungnya, meskipun kebanyakan belum mengenyam pendidikan geografi skip!. Artinya menyesuaikan lahan dan kondisi kampungnya. Hidup dikampung di daerah pegunungan tentu tidak akan bercocok tanam dengan tanaman yang biasa ada di dataran rendah bukan? Anda faham? Wah pernah jadi orang kampung? Alhamdulillah.

Berikut adalah beberapa mata pencaharian warga di kampung : 
  • PNS
PNS di kampung berbeda dengan PNS kebanyakan. PNS kebanyakan atau pada umumnya duduk di ruangan ber-AC [Minimal berkipas angin]. Dengan pakaian seragam rapi, resmi dan bersih. Begitupun tunjangan dan gaji yang sudah pasti [Pasti ada aja potongan cicilan]. 

PNS di kampung berbeda, letak bedanya PNS di kampung adalah singkatan dari PANAS. Karena berada di sawah atau kebun, jangan-kan AC, kipas angin mau di colokin dimana? 

Untuk seragam, sebenarnya warga kampung-pun punya dress resmi untuk ke sawah. Namun ya namanya juga kesawah. harus gabul keringet dan tanah. 

Tunjangan? Jangan bicara tunjangan deh. Tunjek'an [tusukan] yang ada. Para PNS lebih sering dipermainkan oleh tengkulak yang memainkan harga. disitu PNS kampung kadang merasa sedih.

Banyak yang bilang PNS kampung adalah pahlawan kehidupan yang menyediakan pasokan beras dan pelbagai macam hasil perkebunan. Iya pahlawan [PAHLAWAN NENG SAWAH].  
  • Begadang Berdagang

Berdagang jangan berdagang

Kalau tiada artinya
Berdagang boleh saja
Asal jangan sambil bergadang

Berdagang menjadi pilihan ke-2 warga kampung dalam rangka menjaga stabilitas asap agar tetap mengepul di perapian dapur [ribet amat istilahnye]. Macam-macam dagangan yang di tawarkan warga kampung. Mulai sembako, jajanan, sembako yang jadi jajanan [Loh], berdagang pulsa masih agak jarang di kampung, karena masih menggunakan kentongan sebagai alat Broadcast. Mungkin anda berminat mengelola dan merintis peluang ini? silahkan saja, bisa join dengan saya, sistemnya bagi hasil, saya sudah sampai gold  lho [Ini kenapa malah jadi MLM].

Adanya roda perdagangan akan menggerakkan ekonomi kampung. ada transaksi, akad jual-beli, utang-piutang, bon dan kasbon dsb. 

Saya jadi ingat penggalan pidato dengan bahasa yang lancip dan menggunaan bahasa yang diambil dari kamus populer dari salah satu calon lurah tahun kemarin :

"Berikan saya 10 Pedangan, maka roda perekonomian desa akan bergerak maju dan progresif, tidak fluktuatif atau bahkan anjlok"

"Modal sendiri dong, enak aja minta-minta, 10 orang lagi" Sahut Lik Kam, Pedagang Beras.
  • Constructing Executor

Constructing Executor, Secara etimologi Contruct adalah Bangunan [Building]. dan Executor menurut bahasa adalah someone who is responsible for executing, or following through, on an assigned task or duty.

Jadi Contructing Executor adalah Tukang atau Kuli bangunan -___-

Dari perspektif keilmuan, bakat orang kampung menjadi Contructing Executor seperti bakat alamiah. Mengandalkan tenaga fisik, padahal asumsi penggunaan tenaga fisik tersebut tak selamanya benar. Ada kok warga kampung yang jadi mandor nya. Artinya dia juga bisa hitung-hitungan. Yang membedakan dengan sarjana konstruksi atau sarjana bangunan adalah soal besar kecilnya proyek *eh*

PS : Hai pemuda desa, tuntutlah ilmu bangunan sampai bangku kuliah. Biar warga kampung main proyek-proyek besar.

  • Artis

Beberapa waktu belakangan, peran [menjadi] warga kampung di televisi mulai menanjak. Adakalanya menjadi figuran, adakalanya menjadi bintang utama. saat jadi figuran tidak jauh-jauh menjadi pembantu (Hicks). Menjadi bintang utama pun tidak jauh-jauh dari scene berikut ini :

  1. Ada gadis kota minggat ke desa, ketemu pemuda desa [Bintang utama]
  2. Pemuda desa nyari alamat di kota, ketemu sama mahasiswi kaya di kota
  3. Pemuda desa berdagang, menjadi tukang bubur, kemudian naik haji
Sayang, semua-nya peran. Pemainnya juga tetap artis ibu kota. Padahal jika artis ibu desa yang berperan akan sangat natural. Kasihan pemuda dari ibu desa kehilangan kesempatan untuk meraih Oscar.

Love what you do and do what you love. Don't listen to anyone else who tells you not to do it. You do what you want, what you love. Imagination should be the center of your life.”

-- Ray Bradbury

PASAR MALAM, VILLAGE'S MARKET IN THE NIGHT

Kisanak, kita berjumpa lagi, lagi-lagi kita berjumpa.

Posting kali ini Den Bejo mau mengetengahkan mengenai salah satu substansi infrastruktur ekonomi kampung bernama pasar malam [Night Market]. 

Di kampung, tempat Kisanak tinggal juga ada pasar malam? Berbahagialah kisanak. 

Pasar malam memiliki daya tarik tersendiri bagi warga kampung. apalagi yang jauh dari pusat keramaian kota. keberadaan pasar malam menjadi magnet tersendiri, Mall yang mendatangi kita, begitu kalau meminjam istilah lik minto. Bagaimana tidak? lha wong pasar yang ndatangi kita. walau toh cuma semalam. [Mungkin lagu "Cinta satu malam" itu inspirasinya dari warga kampung yang pacaran sama pedagang bawang merah di pasar malam kali ya? *halah*]

Bagi warga kampung, segalanya itu ada di pasar malam. Mau beli bawang merah ada, pakaian ada, pakaian bermotif bawang merah juga ada *eh*. Remote tivi juga ada di jual di pasar malam, cuma nggak ada yang bermotif pakaian atau bermotif bawang merah.
Jadwal pasar malam yang hanya seminggu sekali dengan durasi hanya 5-6 jam juga menjadi effort bagi warga kampung, kurang afdol kalau nggak menyambangi, walau toh sekedar lewat tp-tp aja. Ya sama-lah dengan orang kota yang ke-Mall, walau nggak beli apa-apa asal sudah tp-tp kan cukup. iya kan?

Kawula muda-mudi kampung-pun tak kalah girang. Biasanya agak malam janjiannya. iya biar gak papasan dengan si-mbok. biar gak ke-gap gitu. Gandengan dengan pasangan di pasar malam itu rasanya wuiiih pokoknya...ngeri-ngeri sedap lah. aah..kalau di Mall itu sih pemandangan umum. Sudah banyak di tivi. pingin ya? makanya ajak pasanganmu ikut gerakan bergandengan tangan di pasar malam *ini gerakan opo???* 

Jangan harap menemukan caffe atau tempat makanan cepat saji di pasar malam. Nggak ada!! Pasar malam menerapkan konsep pesta-pesta resmi ala orang Eropa, Prasmanan. Jika ingin menikmati cilok atau pentol tepung ya sambil berdiri, ala-ala eropa gitu. ada kan di tivi-tivi? Nah ya seperti itu, cuma beda makanan dan minuman aja, Mereka megang cake  dan wine. Kami pentol tepung dan es dawet. Mereka di iringi biola klasik, kami di iringi irama melayu [iya suara dari penjual cd dangdut bajakan].

Hiruk pikuk transaksi penjualannya yang terjadi pun nggak kalah dengan di 11 Wall St, New York, NY 10005, United States. Iya Wall Street. Hanya saja di pasar malam tidak menggunakan saham. Namun menggunakan sistem BON [Bayar On Next week/month]. *_*, Credit card dan ATM tida berlaku. 

Oya, Jaman dahulu sebenarnya ada XXI nya, berformat layar tancep. Namun kekinian sudah jarang. Mungkin tiangnya sudah sulit ditancapkan, mungkin. Begitu juga pasar malam dengan format ++. eiits + komedi putar, tong-setan, kereta kuda2an, bianglala dsb, maksudnya. kekinian format seperti itu sudah jarang di temui.

Semoga pasar malam selalu setia menyambangi warga desa. Hadir dan mengiringi perputaran roda. Selama wall street masih ada, pasar malam tetap buka.

Salam Kampunganism







SURAT KEPADA BEGAL

                Kepada : Para Begal
                Di :
          TKP


Maaf gal, saya tidak mengucapkan salam layaknya surat lain yang membubuhkan salam sebagai prolognya [iya gal, prolog itu semacam pembukaan] UUD 45 saja ada pembukaanya. Khusus kamu sepertinya tidak perlu lah. Saya tahu kamu orangnya tidak suka basa-basi, bener kan gal? Makanya saya tidak ingin basa-basi bisu berbusa-busa berbusa-busa bisa-bisa bisu-bisu  di surat ini. Toh mungkin kamu juga tidak membacanya, saya tahu kamu sedang  berada di titik-titik operasi. Fokus mengintai calon mangsamu.

Begini gal, Beberapa hari ini aksimu menawan. Mampu meraih simpati berbagai pihak, muncul di pelbagai headline berita baik media cetak, elektronik, elektrik maupun fisik dan gesek. Namun ke-menawanan itu rupanya hanya milik kamu, namun tidak bagi kami yang berstatus sebagai [calon] objekmu.


Bengis, tak berprikemanusiaan.
Kamu manusia kan, gal? Ingin di manusiakan? Di anggap mahluk? Bukan begitu caranya. Alasan ekonomi? Apa iya yang jadi sasaranmu juga gak kenal si “ekonomi”? semua kenal dengan alasan itu gal, karena sama-sama kenal jangan-lah kemudian malah menjegal dengan cara yang seperti ini. Sama-sama cari makan gal kalo kata kang candil.

Ini sudah 2015 gal. Cara macam itu sepertinya sudah tak patut. Jangankan di kota, di kampung aja pola pikir seperti itu sudah ditanggalkan. Apa iya di daerah kamu masih menggunakan pola pikir hutan? Saya jadi ber-hayal, kenapa penebang pohon liar di hutan itu tidak sekalian membabat pola pikir yang kamu gunakan itu, daripada menebang isi hutan. -_____-

Motif mu apa sebenernya gal? Kecewa dengan keadaan? Sempit banget isi kepalamu gal, sangat sempit. Gak malu? Anak kecil aja masih tahu permisi kalau mau minta atau memohon, kamu tanpa ba-bi-bu, sluman slumun slamet begitu aja melukai korban dan merampas yang bukan hak-mu. Bahkan tak jarang nyawa melayang, ini nyawa gal!! Bukan layangan.

Panca warna tu gal, lagi mahal katanya. Bacan juga gal. Jualan batu bisa idup gal, dari pada mempertahankan pola pikir dan aktivitas jaman batu kayak yang kamu lakuin itu.

Bukan sok alim dan ceramah gal. ini soal sama-sama manusia. Kakimu keinjek orang trus tu orang cuek, Kamu pasti marah kan? Itu baru kaki yang keinjek. Atau semisal gini deh, anggota keluargamu kena copet. Copet lho gal ini, kelasnya masih di bawah kamu lho. Marah gak? Pasti kamu ga terima kan? Atau jangan-jangan kamu udah gak di terima keluargamu? Uuu tatian.

Udah deh gal. akhiri saja aksimu. Hati kecilmu pasti juga sejatinya memberontak kan? Ngaku deh…pftt..gitu aja gak mau ngakuin, pengecut ah.


Bye Pengecut!! Ngeeeeeng....wuus


Selasa, 31 Maret 2015

KEPO, CARA MENJAGA STABILITAS KAMPUNG

Kita berjumpa lagi, Lagi-lagi kita bersua...

Kisanak...

Setiap mahluk pasti butuh ketenangan. Jika terusik waa...ini..ni cari gara-gara ini. Jangankan manusia, semut-pun bisa menggigit apabila di sakiti, begitupun diriku yang kau dustai skip...skip!! kok malah nyasar ke ndang-ndutan. 
Kembali ke ndang-ndutan, eh ke ketenangan. Bahkan mahluk dunia lain AKA mahluk ghaib pun bisa terusik apabila ketenangannya di rong-rong [bahasa opoo kui].

Masyarakat kampung, identik dengan masyarakat yang mudah di hasut [pfftt...enak banget kalok mengidentikkan]. Iming-iming uang menjadi salah satu pemicu dan alat pancing yang menggoyahkan. Segelintir orang mendapat keuntungan, namun kerugian di tanggung warga kampung.

Contoh saja, ada pendirian salah satu mata pencaharian oleh seorang penggede. secara prosedural pendirian sudah benar namun ternyata pada gilirannya merugikan warga, entah limbah atau lain sebagainya.

Kasus yang kerap terjadi, warga tidak dilibatkan. Wakil warga ditingkat struktural semisal RT, LURAH Atau Camat tahu-tahu sudah memberi izin+dapat uang silent. Lebih parah lagi, warga merasa seolah-olah tak kuasa melawan. Padahal pejabat-pejabat tersebut adalah wakil warga, layaknya anggota DPR yang menjadi wakil rakyat.

Di kasus lain, mungkin kehidupan bertetangga. Kekinian, gaya hidup warga semakin menjadi cuek. takut dianggap kepo dsb. "selama gak nyenggol gue, ya silahkan aja". 
Prinsip-prinsip seperti ini sebaiknya tak layak dipupuk dan disiram ditanah kampung. Kepo adalah sah!! Sekali lagi Kepo adalah sah, selama itu berada dalam jalur yang benar, menjaga stabilitas kampung.

Sudah lihat tayangan mengenai perekrutan anggota terorism di pelbagai media? Itu adalah akibat tidak menerapkan ke-kepo-an dalam bermasyaakat. Tidak menyadari bahwa stabilitas kampung sedang terancam.

Marahlah untuk menjaga ketenangan kampung anda. Masa iya kalah sama semut? Atau gak malu diketawain sama mahluk gaib? mihihihi...

Salam Kampunganism

Pages

Stats

Diberdayakan oleh Blogger.

 

© 2013 KAMPUNGANISM. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top